Senin, 06 Agustus 2018

MENGUNGKAP PERAN IBU DI ERA GLOBALISASI, SEBUAH KARYA TULIS SISWI CAHARA 2017


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Dalam abad ke-21 ini, banyak hal yang menjadi pokok bahasan suatu negara. Mulai dari masalah peningkatan infrastruktur, pemerataan ekonomi, upaya penurunan angka kriminal, kesadaran akan teknologi hingga peningkatan integritas dalam berpolitik. Tapi tahukah kita bahwa semua permasalahan yang terjadi dalam suatu negara selau berasal dari suatu akar yang sama yaitu manusia? Suatu bangsa dinilai baik jika sumber manusianya berkompeten, baik secara kualitas maupun kuantitas. Dan semua itu, tidak akan pernah lepas dari peranan seorang ibu hebat yang membangun suatu bangsa dari dulu hingga sekarang. Zaman mulai berubah, dari tahun ke tahun nilai moral mulai bergeser baik secara positif maupun negatif.
Ibu yang dulu orientasi pekerjaannya selalu dirumah, kini sudah bekerja diluar sebagai wanita karir layaknya pekerjaan seorang suami. Ketidaksetaraan gender sudah mulai terelakkan. Semua orang, baik tua maupun muda memiliki derajat yang sama dimata masyarakat. Jika kita mendengar kata “globalisasi”, sudah pasti bahwa kemajuan suatu zaman selalu didasari oleh perkembangan teknologi yang merubah paradigma masyarakat. Anak-anak yang dulu hanya bermain di halaman rumah, kini lebih berfokus pada laptop dan ponselnya. Para ibu tidak tahu apa yang anaknya buka. Para ibu juga tidak memahami seberapa pentingnya dunia maya bagi anak-anak. Ketidaktahuan dan ketidakpahaman seorang ibu membuat semuanya terasa sulit. Untuk itulah karya tulis ini dibuat, yaitu untuk memberikan wawasan mengenai pentingnya peranan seorang ibu super di zaman yang modern ini.

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini, yaitu:
1.      Apakah peranan seorang ibu di era globalisasi ini?
2.      Apa saja dampak dari pergeseran nilai yang ditimbulkan oleh globalisasi dan bagaimana cara ibu menyelesaikannya?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini, yaitu:
1.      Untuk mengetahui peranan  ibu diera globalisasi
2.      Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan globalisasi dalam peranan seorang ibu.

D.    Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian, antara lain:
1.      Menambah dan membuka wawasan mengenai peranan ibu diera globalisasi.
2.      Mengetahui hakikat dan sifat-sifat psikologis seorang ibu dalam melakukan pekerjaannya sebagai seorang ibu.
3.      Mengetahui dan menyadari betapa pentingnya peranan ibu dalam peningkatan suatu bangsa.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Hakikat Dasar Seorang Ibu
Apakah yang terlintas dibenak Anda ketika mendengar kata “Ibu”? Apakah teringat omelan ataukah kecerewetannya? Ketika melihat sosok ibu, hal pertama yang muncul dibenak saya adalah gambaran seorang perempuan. Sosok perempuan merupakan hakikat dasar yang tidak bisa lepas dari diri seorang ibu sejak lahir, dan ketika berbicara tentang ibu, kita sudah pasti berbicara tentang perempuan. Adapun beberapa sifat atau ciri khas dari seorang perempuan yang berperan dalam diri seorang ibu, yaitu :
1.      Dalam hal pemikiran, ibu lebih banyak berpikir secara multitasking sehingga dapat mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.
2.      Dari segi psikologis, ibu/perempuan lebih banyak mengandalkan perasaan dan instingnya sehingga lebih muda menaruh simpatik dan membangun relasi disekitarannya.
3.      Dari segi tindakan, umumnya perempuan lebih pasif, menerima dengan sabar, serta memelihara.
4.      Dari segi biologis, yaitu dengan adanya proses menstruasi, organ kelamin yang menunjang, serta usia biologis yang menjadi dasar seorang ibu.
5.      Tidak lupa, karakter pribadi yang diturunkan oleh orang tua merupakan dasar yang berpengaruh besar terhadap sosok seorang ibu secara pribadi.

B.     Tugas Dan Kewajiban Seorang Ibu Serta Pergeseran Nilai Akibat Pengaruh Globalisasi
Zaman berubah, penggunaan teknologi semakin maju. Pada abad ke-21 ini, pergeseran moral yang disebabkan oleh globalisasi menuntut para ibu untuk menjadi profesional dalam setiap hal termasuk tuntutan untuk menjadi seorang supermom atau ibu super bagi keluarganya. Dilihat dari kacamata seorang anak, adapaun tugas dan kewajiban para ibu sebagai berikut :
1.      Ibu Sebagai Guru
2.      Ibu Sebagai Dokter
3.      Ibu Sebagai Teman Curhat
4.      Ibu Sebagai Motivator
5.      Ibu Sebagai Master Chef dan Ahli Gizi
6.      Ibu Sebagai Pengelola dan Penasehat Keuangan
7.      Ibu Sebagai Asisten Rumah Tangga
8.      Ibu Sebagai Ayah
9.      Ibu Sebagai Wanita
10.  Ibu Sebagai Istri
11.  Ibu Sebagai Sopir
12.  Ibu Sebagai Mata - Mata
13.  Ibu Sebagai Pengontrol/Pengendali
Adapun tuntutan khusus (tuntutan alam) yang berasal dari dalam diri seorang ibu yaitu penyaluran rasa keibuan seorang ibu kepada anaknya. Tuntutan khusus inilah yang mendasari besarnya setiap pengorbanan seorang ibu.
Dikota-kota besar, banyak ibu-ibu muda yang sedapat mungkin melakukan apa saja demi anaknya, baik ketika ingin memiliki anak sampai mengurus anak. Misalnya, untuk kesuksesan anaknya seorang ibu rela bangun pagi untuk memasak hingga menjadi sopir yang mengantar anaknya kemanapun mereka pergi. Jika anak jatuh sakit, ibu akan menjadi dokter yang siap memberikan pertolongan pertama bagi anaknya.
Tuntutan ibu sebagai wanita karir juga berperan besar dalam pertumbuhan seorang anak. Kesibukan dan jam terbang membuat semuanya serba instan. Hal ini memicu penggunaan babysitter yang semakin besar, baik secara positif maupun negatif. Anomali penggunaan babysitter pada abad ke-21 membuat seorang anak tidak lagi mengenal sosok ibu yang asli melainkan lebih mengenal dan cenderung mengikuti nilai-nilai yang diberikan oleh babysitter. Dan pada akhirnya, nilai-nilai moral sedikit demi sedikit tergeser khususnya pada anak-anak usia balita. Oleh karena itu, seorang ibu dituntut untuk bijak memilih mana yang prioritas dan yang bukan prioritas dalam mengelola keluarga.
Selain jam kerja yang padat, teknologi juga memiliki andil yang besar dalam peranan ibu. Menurut beberapa ibu, tidaklah gaul jika tidak melek teknologi. Seorang ibu harus tahu apa yang dibuka anaknya setiap malam ketika bermain smartphone. Jadi selain hati yang tegar, seorang ibu dituntut untuk memiliki kecerdasan dan kemampuan kognitif yang baik. Banyak pula ibu-ibu di Indonesia yang memiliki peran ganda yaitu sebagai seorang ibu dan juga sebagai seorang ayah. Single parent misalnya. Disini, ibu tidak hanya dituntut untuk mencari nafkah tetapi juga dituntut untuk menggantikan figur seorang ayah sebagai kepala rumah tangga.
Adapula peranan seorang ibu di negara-negara maju yang memperbolehkan pernikahan sesama gender. Pasangan lesbian misalnya, untuk memiliki anak, salah satu dari mereka akan ditanamkan sperma dari bank of sperm bersertifikat yang telah disediakan oleh negara. Ketika anak mereka lahir, lama-kelamaan akan terjadi suatu ambigu tentang dimana peran seorang ibu dan ayah dari kacamata anak tersebut. Disinilah pentingnya figur seorang ibu (baik ibu mertua, ibu dari pasangan, ataupun pihak ketiga) yang siap menjelaskan dan menjernihkan keambiguan tersebut. Selain pernikahan sesama jenis, banyak juga ibu dewasa ini yang dapat memiliki anak meskipun tidak memiliki pasangan.
Pengaruh globalisasi bukan hanya berpengaruh bagi si ibu saja melainkan si calon ibu khususnya kalangan muda. Free sex, narkoba, dan HIV–AIDS mengancam keselamatan generasi muda. Seorang ibu, dituntut harus siap dan tahu batas pergaulan anaknya setiap hari. Sudah banyak ibu-ibu muda yang terjun ke dunia aborsi akibat ketidaksiapan mental menjadi seorang ibu. Selain itu, banyak pula anak-anak yang dilahirkan dibuang dipinggir jalan dan dititipkan ke panti asuhan akibat peranan ibu yang tidak bertanggung jawab.

C.    Peranan Seorang Ibu Dalam Lahirnya Tokoh-tokoh Besar Dunia
Perkembangan zaman juga tidak lepas dari andil tokoh-tokoh besar yang mengubah dunia. Misalnya saja di Indonesia, ada ibu Ainun Habibie yang rela melepas pekerjaannya sebagai dokter demi mendidik kedua anaknya. Dari Jerman, ada Albert Einstein yang semakin fasih bermain biola akibat ajaran ibunya, dan adapula Napoleon Bonaparte yang memuji sambil berkata “Seorang ibu menggoyangkan ayunan dengan tangan kanannya dan dunia dengan tangan kirinya”. Tidak lupa, doa dan dukungan seorang ibu tidak akan pernah lepas dari kesuksesan generasi muda pembangun bangsa. Hal inilah yang membuktikan bahwa kesuksesan suatu negara ditentukan oleh kualitas seorang ibu yang baik.

D.    Ambisi, Keinginan, dan Hobi Di Luar Tugas Seorang Ibu
Melaksanakan tugas dan kewajiban seorang ibu kadang melelahkan. Kadang, seorang ibu harus duduk sejenak dan melakukan hal-hal yang ia sukai terlepas dari semua tuntutan yang diberikan kepadanya. Sebagai seorang perempuan, ibu sangat suka bersolek. Ibu akan sangat senang jika dipuji oleh anak, suami, ataupun orang-orang sekitar tentang penampilannya maupun hasil kerja kerasnya. Ibu akan merasa sangat gelisah jika ada yang menghina penampilannya, misalnya “Ibu terlihat tua” dan sebagainya. Ibu akan sangat marah jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap anaknya.
Adapula keinginan atau kegiatan khas dari para ibu yang saya dapatkan lewat pengalaman pribadi, yaitu :
1.      Kebanyakan ibu-ibu sangat suka menghabiskan waktu berjam-jam di telepon hanya untuk bergosip tentang suatu hal. Entah itu soal anak-anak, sesama teman, hingga gosip artis. Secara umum, para ibu mengakui bahwa gosip merupakan pusat informasi yang sama halnya dengan internet.
2.      Setiap ibu akan merasa sangat senang jika populer di kalangan ibu-ibu lainnya. Baik populer lewat pakaian, uang, kemampuan atau skill, hingga populer karena mudah bergaul.
3.      Seorang ibu akan selalu berusaha untuk tampil cantik kapanpun dan di mana pun, baik di depan suami maupun di depan anak-anak. Makeup merupakan hal utama yang selalu dibawa ke mana-mana selain tas.
4.      Para ibu tidak suka merasa tersaingi. Ia akan selalu tampil perfect kemana pun ia pergi.
5.      Pakaian “daster” dan “kebaya”, suatu hal yang tidak pernah lepas dari sosok ibu masa kini.


BAB III
KESIMPULAN

Dari pemaparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa ibu adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang jasa-jasanya sangat luar biasa dalam membangun dan menggerakkan generasi muda dari tahun ke tahun. Menjadi seorang ibu merupakan tanggung jawab besar yang tidak bisa diremehkan. Sumber daya manusia yang berkualitas berasal dari seorang ibu yang berkualitas, yaitu seorang supermom.




DAFTAR PUSTAKA

https://www.facebook.com/notes/ikhwana-kadir/peran-wanita-dalam-membangun-peradaban-bangsa/526828207424660, diakses tanggal 9 Desember 2015
https://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein, diakses tanggal 9 Desember 2015
http://9wiki.net/contoh-esai/, diakses tanggal 9 Desember 2015
https://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksualitas, diakses tanggal 9 Desember 2015
http://health.liputan6.com/read/2117355/ini-bank-sperma-terbesar-di-dunia, diakses tanggal 9 Desember 2015
http://health.detik.com/read/2012/04/06/160437/1886638/763/donor-sperma-dari-as-paling-banyak-dipakai-di-seluruh-dunia, diakses tanggal 9 Desember 2015