Jumat, 01 Juli 2016

KEMATIAN sebuah Puisi

KEMATIAN

Gelap adalah sebuah kesunyian
Eksistensi persona pun tertelan
  Membungkam setiap teriakan
Gelap adalah kematian!

Sampai lututku remuk
Tak sampai berdiri sebab hatiku melapuk
                                                 Termakan juang yang terbayar borok                     
Jauhlah asa dari sang merak
Ksatria tangkas pun menjadi remuk
Harap duniawi pecah, sebab retak

 Mati!
Ratap diri serasa pasi
Dunia menjadi basi
Tak ada lagi melati yang menanti
Karena disini aku adalah bangkai
Yang berbaring dalam gelap jeruji
Terkurung dengan harap yang takkan pernah pasti

Sampaiku pada setitik pelita!
Serasa ditampar oleh si Pencipta
Yang bagiku takkan pernah ada
Adil-nya pernah punah
Rahim-nya tinggal legenda.
Namun, Dia kembali dan mencelik sepasang mata
Aku terbangun dari mati yang nista!
Ksatria kini penuh faham
Berdiri di atas kepincangan serakah malam
Menyayat kezoliman gelap yang suram
Sang satrialah aku, malam!
Akulah penakluk sunyi yang kelam
Absurditas duniawi yang dalam
Sekali kuguris dengan tegas pedangku me-legam

Demi sang Pelita
Yang setitik menjamah
Membebaskan diri dari jeruji panas
Meretas dekadensi diri yang ganas
Dan memuntahkan teriakan: 
DEMI KEMULIAAN ALLAH…






  






Tidak ada komentar: