KEMATIAN
Gelap adalah sebuah kesunyian
Eksistensi
persona pun tertelan
Membungkam setiap teriakan
Gelap
adalah kematian!
Sampai
lututku remuk
Tak sampai
berdiri sebab hatiku melapuk
Termakan
juang yang terbayar borok
Jauhlah
asa dari sang merak
Ksatria
tangkas pun menjadi remuk
Harap
duniawi pecah, sebab retak
Mati!
Ratap
diri serasa pasi
Dunia
menjadi basi
Tak ada
lagi melati yang menanti
Karena
disini aku adalah bangkai
Yang
berbaring dalam gelap jeruji
Terkurung
dengan harap yang takkan pernah pasti
Sampaiku
pada setitik pelita!
Serasa
ditampar oleh si Pencipta
Yang
bagiku takkan pernah ada
Adil-nya
pernah punah
Rahim-nya
tinggal legenda.
Namun,
Dia kembali dan mencelik sepasang mata
Aku
terbangun dari mati yang nista!
Ksatria
kini penuh faham
Berdiri
di atas kepincangan serakah malam
Menyayat
kezoliman gelap yang suram
Sang
satrialah aku, malam!
Akulah
penakluk sunyi yang kelam
Absurditas
duniawi yang dalam
Sekali
kuguris dengan tegas pedangku me-legam
Demi sang
Pelita
Yang
setitik menjamah
Membebaskan
diri dari jeruji panas
Meretas
dekadensi diri yang ganas
Dan
memuntahkan teriakan:
DEMI
KEMULIAAN ALLAH…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar