Tanggal 5 Mei 2016, KM Tilong Kabila, merabat ke pelabuhan Labuan
Bajo,tepat jam 08.15 menurut jam yang melingkar di tangan kami. Kami
melanjutkan perjalan dari Labuan Bajo menuju tujuan akhir yaitu kampung
Wasewengke. Kami menumpang kendaraan salah seorang keluarga dari goloworok.
Kondisi jalan dari Labuan Bajo menuju Ruteng sangat bagus, Setelah
istirahat sejenak di rumah makan Lembor, kami lanjutkan perjalan, dan kira-kira
5 km pasca tempat istirahat terdapat satu-satunya tempat pengisian bahan
bakar minyak, pompa bensin masyarakat menyebutnya. Karena perjalanan masih
jauh, sementara jarum takar bahan bakar mobil menunjukan angka harus diisi,
maka kami singgah untuk isi bahan bakar. Kendaraan yang kami tumpangi menempati
deretan paling belakang dari deretan kendaraan yang antri untuk isi bbm, kami
mencoba hitung, persis yang ke 21, disaat yang sama lingkaran cirgen yang
isinya kurang lebih 20 liter, mengelilingi tangki pengisian bbm. Saya keluar
dari kendaraan dan menjepret dengan kamera jadulku, mengarsip gambar yang aneh
menurutku, karena di Makassar tidak ditemukan suasana seperti ini. Pelayan di
tempatpengisian ini memang
Cuma 3 orang, seorang cewek tengah asik menghitung rupiah, seorang laki-laki muda sedang asik bercengkrama
dengan para sopir dan pemilik Cirgen.
Saya
termangu melihat situasi ini, oaduh daerahku begini kondisinya gumamku dalam
hati.
Saat kami
menunggu giliran untuk mengisi bbm, saya bertanya kepada awak kendaraan, bos
lama nanti kita menunggu disini? Ya, jawab sang awak kendaraan, tapi tenang
saja kaka, disini mesti siap Rp 20.000,- setiap kali isi bbm. Untuk apa tanya
saya? Untuk ucapan terima kasih kepada pegawai pengisi bensin. Mengapa
demikian? Kalau tidak begitu, maka dia tidak akan cepat mengisi kendaraan kita.
Nanti diisi setelah selesai semua cirgen itu diisi. Bahaya dong kalau begitu
sahut saya. Ya.... demikian tradisi yang dibangun disini, sudah sejak
lama. Oah.... korupsi nih sahaut saya.
Ya..... mau bagaimana lagi, kita tak ada pilihan lain, mereka ini semaunya saja
disini. Apakah sudah pernah menyampaikan ke aparat yang berwenang? Ya.... kami
tak tahu mau lapor kemana, buat kami yang penting kami bisa ini bbm.
PERHATIAN
DARI PEMERINTAH.
Cukilan pengalaman ini,
tentu sebagai masukkan bagi pemerintah agar pelayan masyarakat khususnya di
fasilitas umum sebaiknya diawasi. Jangan biarkan masyarakat diperlakukan
seenaknya oleh anggota masyarakat lain yang bertanggung jawab disitu. Semoga bermanfaat.
