Jumat, 13 Mei 2016

ARIFNYA JOKO WIDODO (PRESIDEN KITA)

Tiga hari terakhir ini, media nasional memuat sikap segelintir anak bangsa yang membully Jokowi (Presiden) kita, mulai dari tak memiliki rasa sependeritaan dengan penderita kabus asap hingga yang hingar bingar terakhir diberbagai media massa nasional bahkan lebih hebat lagi media sosial rekayasa photo pertemuan dengan suku anak dalam.Ketika mengkritik kepergian Presiden ke luar negeri disaat sebagaian anak bangsa yang bertaruh nyawa menghadapi tebalnya kabut asap yang menghampiri paru-paru manusia yang terpapar. Rasa iba para pengkritik kepada anak bangsa yang terpapar asap justeru bukan mencari solusi yang bijak, seperti misalnya menggalang dana untuk para korban, tetapi, tetapi menempuh langkah yang bejad dengan menyalahkan Presiden sebagai kepala negara. Rupanya bangsa ini sudah mulai tergerus rasa santun dalam bertutur dan berprilaku terutama para komentator politik yang pintar itu, entah mempromosikan pikirannya yang bejad itu sehingga rakyat tambah tidak bersimpati padanya atau mungkin dalam hatinya mendapat dukungan dari masyarakat luas. Disadari benar bahwa komentator politik seperti ini akan mendapat hukuman sosial dari masyarakat umum, lihatlah faktanya poltisi yang blinger seperti ini tak dipercaya rakyat, kalau ia memiliki partai politik pastilah partainya dihukum dalam bentuk tak lolos ke senayan partainya apalagi politisinya.

Tidak ada komentar: