Jumat, 02 Oktober 2015

TULUS BERBUAH SYUKUR,SEBUAH REFLEKSI



Kegembiraan ayah ibu (keluarga) ketika putra putrinya menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Tak heran orang berusaha ekstra keras untuk mendapat uang membiayai anaknya untuk kuliah, terlebih lagi ketika anaknya masuk tahap akhir penyelesian studi di perguruan tinggi. Semangat untuk mengumpulkan uang lebih hebat lagi, berapapun banyaknya. Orang tua yang tempat tinggalnya didesa terjauhpun berusaha untuk hadir dalam ritual yang namanya wisuda sarjana untuk anaknya. Penampakan wajah yang sumringah tatkala menyaksikan anaknya menggunakan pakain khusus wisudawan yang dinomenkan toga. Apa yang kami alami adalah bagian dari rasa yang dialami oleh kami ketika menghadiri wisuda putra pertama dan putri semata wayang tanggal 24 Juni 2015.
Tgl 11 September 2015, kegembiaraan lebih lagi kami alami, ketika sang putri diterima untuk bekerja pada sebuah kantor swasta yang cukup terkenal di Makassar. Rasa syukur kami tak pernah hentikan kami sampaikan kepada Tuhan, oleh karena semua itu sduah dirancangNya untuk keluarga kami secara khusus untuk putri kami. Pasca diterima untuk bekerja, kami memperhatikan semangat pengabdiannya mulai muncul ditengah-tengah kecapehan yang dialami selamat seharian bekerja. Kami tetap memberi support bahwa itulah dunia pengabdian yang nyata dalam masyarakat, ada senangnya, ada tantangannya, tetap harus dijalani.

 Tanggal 30 September 2015, malam hari jam 08.15, ketiak situasi santai di rumah, datanglah putriku, dengan senyumnya yang khas, sambil membawa kantong kresek berwarna hitam meletakannya saja begitu diatas meja makan, sepintas pandanganku mengarah ke meja makan, tapi menahan tanya, membiarkannya untuk masuk ke kamar ganti pakainnya.  Akhirnya setelah ganti pakaian, dia menghampiriku, sambil membawa 6 lembar uang berwarna merah, keluar dari mulut mungilnya, papa, ini gaji pertama ku, ini bagiannya papa, ini baginnya mama, tak lupa juga menhmpiri kakaknya dan  menyodor selembar uang berwarna biru. Aku terharu dan merangkulnya serta mengajaknya untuk naikkan doa syukur kehadirat Tuhan.Doa itu dilantunkan sambil meneteskan air mata haru, gembira atas semua yang Tuhan berikan ini. Terima kasih anak ku, terima kasih Tuhan, atas kebaikan MU untuk kelaurga kami. Rasanya semua pengorbanan yang sudah kami alami selama mereka masih dalam kandungan hingga saat ini sudah terbalas semua. Terima kasih.

Tidak ada komentar: